KELUARGA :
BASIS KESEJATIAN HIDUP BERIMAN
Membangun komunikasi dalam Keluarga
PANITIA APP KAS
Jl. Imam Bonjol 172 - SEMARANG 55131
Telp. 024-3543119 Fax. 024-3582077
POKOK GAGASAN TEMA APP KAS 2007
Pengantar
Tema besar APP Nasional tahun 2007-2011 adalah PEMBERDAYAAN KESEJATIAN HIDUP yang akan didalami melalui tema tahunan. Pada tahun 2007, Kesejatian Hidup didalami dalam konteks Hubungan Sosial. Hubungan sosial yang tidak harmonis akan melahirkan berbagai macam persoalan yang mengakibatkan kita sebagai manusia kehilangan kesejatian hidup.
Kita sebagai Umat Allah Keuskupan Agung Semarang pun bercita-cita membangun kesejatian hidup sebagaimana dirumuskan dalam Arah Dasar Umat Allah Keuskupan Agung Semarang 2006-2010. Maka gerakan membangun dan mewujudkan kesejatian hidup merupakan gerakan melaksanakan ARDAS KAS 2006-2010.
Fokus Pastoral tahun 2007 dalam konteks melaksanakan ARDAS adalah HABITUS BARU DIBANGUN BERSAMA-SAMA DALAM KELUARGA DENGAN MENJADIKANNYA BASIS HIDUP BERIMAN. Maka tanpa meninggalkan arus gerakan APP secara nasional dan dalam keterlibatan aktif kita melaksanakan ARDAS KAS, tema gerakan APP KAS 2007 adalah:
KELUARGA : BASIS KESEJATIAN HIDUP BERIMAN
(Membangun Relasi dalam Keluarga)
Kesejatian Hidup
Harus diakui bahwa tidaklah mudah untuk mendefinisikan atau memberi arti dari kesejatian hidup. Sebab kesejatian hidup menyangkut keyakinan seseorang/sekelompok orang atau menyangkut orientasi hidup. Salah satu pandangan tentang kesejatian hidup yang mau kita renungkan bertitik tolak dari hakekat manusia sebagai CITRA ALLAH. Itu berarti bahwa hidup sejati adalah hidup sebagai citra Allah, atau hidup benar di hadapan Allah dengan cara hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat; hidup dalam keutuhan sebagai ciptaan Allah.
Manusia diciptakan oleh Allah menurut gambaran dan rupa Allah. Kalau demikian maka hakekat kesejatian hidup tidak hanya menyangkut hal-hal lahiriah tetapi sekaligus hal rohaniah. Kalau ada yang mengatakan bahwa kesejatian hidup adalah soal kesejahteraan, itupun bukan hanya menyangkut hal-hal jasmani tetapi sekaligus hal rohani; tidak hanya di dunia ini tetapi mengarah menuju kehidupan abadi.
Citra Allah yang sempurna di dunia ini adalah Tuhan Yesus Kristus. Dialah pengejawantahan Allah, orang yang benar di hadapan Allah; kesejatian hidup ada padaNya. Apabila kita hendak menemukan kesejatian hidup, teladan yang paling utama atau yang paling unggul adalah pribadi Yesus Kristus. Ia hidup dalam relasi sempurna dengan Allah, dengan alam, dengan sesama. Relasi itu dibangun dengan mentaati kehendak BapaNya, menegakkan Kerajaan Allah di dunia ini agar kelak semua orang menikmati hidup abadi. Maka Yesuspun bersabda, "carilah dahulu Kerajaan Allah, maka yang lainnya akan ditambahkan kepadamu".
Konteks Jaman
Dewasa ini kita hidup dalam arus dunia yang sangat kuat yang disebut globalisasi. Ciri khas dari globalisasi adalah percepatan dan uang. Sehingga siapa yang bisa bersaing dalam dua hal itu, akan bisa mengikuti arus globalisasi. Namun demikian toh hal itu bukan merupakan jaminan bahwa orang menemukan kesejatian hidup di dunia ini. Apalagi kalau dalam mengarungi arus globalisasi tanpa didasari dengan kekuatan dan nilai-nilai iman; tanpa didasari dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Dengan bergulirnya globalisasi, keluarga-keluarga katolik menghadapi tantangan-tantangan hidup baik yang bersifat global maupun lokal, terutama dari arus kehidupan masyarakat yang berdampak pada munculnya persoalan-persoalan rumah tangga. Sebab dari satu sisi yang utama, kita dipanggil untuk menegakkan Kerajaan Allah (juga dalam keluarga), dari sisi lain kita dihadapkan pada tantangan (tawaran/godaan/cobaan) masuk dalam kerajaan duniawi.
Kita tidak bisa menutup mata terhadap arus yang disebut globalisasi, yang merasuki kehidupan manusia sekarang ini. Tanpa menyangkal adanya unsur-unsur positif dari globalisasi, nyatanya globalisasi ikut andil dalam menyuburkan arus indiviualisme, materialisme, keserakahan, dan egoisme. Secara rasional dan sadar orang bisa menilai dan mengatakan bahwa ada dampak negatif dari globalisasi; namun di sisi lain manusia kadang tidak menyadari bahwa dirinya sudah masuk di dalam arus itu. Sehingga dampak yang ditimbulkan juga dialaminya, dimana semakin banyak orang menjadi sangat indiviualistis, materialistis, dan egoistis.
Keluarga : wahana membangun kesejatian hidup
Keluarga katolik adalah keluarga yang diberkati dan dikuduskan oleh Allah, dipersatukan oleh kasih Allah yang abadi. Keluarga katolik adalah wahana untuk membangun hidup sejati, dimana Kerajaan Allah ditegakkan. Bagi kita, keluarga adalah komunitas hidup yang paling dasar untuk menghayati iman kepada Allah. Namun demikian keluarga-keluarga katolik hidup di tengah masyarakat yang mengikuti arus kehidupan dunia ini. Maka tidak mengherankan kalau keluarga-keluarga katolik juga terkena dampak dari arus kuat dunia sekarang ini yang disebut globalisasi.
Kekuatan bagi keluarga-keluarga katolik untuk menghadapi arus jaman adalah iman yang dibangun, dihayati, dan diwujudkan di dalam kehidupan keluarga itu. Sehingga harapannya adalah masing-masing anggota keluarga sungguh-sungguh menemukan kesejatian hidup beriman di dalamnya. Pertanyaannya adalah, sejauh manakah keluarga-keluarga kita - dengan segala persoalannya - sudah menjadi wahana kesejatian hidup beriman?
Tantangan untuk membangun kesejatian hidup beriman di dalam keluarga tidaklah ringan. Semakin banyak keluarga yang diterpa berbagai macam perkara atau persoalan. Bisa kita sebut beberapa persoalan keluarga pada jaman sekarang ini antara lain:
- Ekonomi Rumah Tangga
- Komunikasi dalam keluarga
- Pembinaan iman dalam keluarga
- Kekerasan dalam rumah tangga
- Kesetiaan suami-isteri
- Masalah khusus seperti: tidak punya anak; impotensi; usia suami istri beda jauh; domisili suami istri berjauhan; ikut mertua; kawin campur; kesenjangan pendidikan suami istri
- Dll.
Pertobatan dan Silih
Keluarga-keluarga katolik di Keuskupan Agung Semarang diharapkan mampu membangun habitus baru dengan mengembangkan hubungan sosial (relasi antar anggota) sebagai perwujudan imannya, sehingga setiap anggota keluarga menemukan kesejatian hidup di dalam keluarga masing-masing.
Dalam konteks mewujudkan Arah Dasar Umat Allah Keuskupan Agung Semarang, keluarga-keluarga katolik diajak berpikir kreatif dan cerdas sehingga ditemukan cara-cara penghayatan iman yang lebih baik untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi. Untuk itu diperlukan kesadaran dari masing-masing anggota keluarga mengenai arah pengembangan hidup berkeluarga dalam konteks jaman seperti sekarang ini. Beberapa pemikiran kreatif untuk membangun keluarga sebagai basis kesejatian hidup beriman adalah :
- pengembangan spiritualitas keluarga katolik menjadi paguyuban orang beriman
- pengembangan keluarga menjadi Gereja kecil
- pengembangan keluarga menjai landasan hidup baik menggereja maupun memasyarakat
- pengembangan keluarga menjadi tempat tumbuhnya panggilan hidup
- pengembangan keluarga sebagai "komunitas mistik" (dekat-menyatu dengan Allah).
Dalam masa prapaskah seperti sekarang ini, proses pemulihan atau penyempurnaan hidup berkeluaga, sekaligus merupakan bentuk pertobatan dan silih atas dosa-dosa. Tindakan pertobatan ini bisa dilakukan misalnya dengan :
- menghayati relasi/komunikasi suami-istri sebagai sakramen.
- mengasuh-mendidik anak secara katolik
- mewujudkan keluarga sebagai Gereja kecil
- mengupayakan kemandirian dalam ERT
- Ikut membangun Gereja dengan keterlibatannya
- Ikut membangun masyarakat dalam bentuk solidaritas
Semoga gerakan yang kita adakan dalam masa Prapaskah ini, baik secara rohani (doa, ibadat, penerimaan sakramen) maupun lahiriah (puasa dan amal/derma) sungguh merupakan ungkapan dan wujud pertobatan dan silih atas dosa-dosa kita. Dan semoga gerakan APP pada tahun ini merupakan bentuk konkrit upaya membangun habitus baru bersama-sama di dalam keluarga dengan menjadikannya basis hidup beriman, sehingga Keluarga-keluarga mampu membangun habitus baru dengan mengembangkan hubungan/komunikasi sosial (relasi antar anggota) sebagai keluarga katolik, sehingga setiap anggota keluarga menemukan kesejatian hidup beriman di dalam keluarga masing-masing.
Bentuk atau model pendalaman tema prapaskah pada tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan model novena khusus. Waktu dan urutan Novena Prapaskah dan Paskah 2007 adalah sebagai berikut:
- Rabu Abu (doa bersama di gereja)
- Minggu I : Menemukan arti kesejatian hidup beriman
- Minggu II : Menyadari rahmat dan panggilan Keluarga menjadi basis kesejatian hidup beriman
- Minggu III : Menyadari realita persoalan keluarga
- Minggu IV : Perayaan tobat dan silih
- Jumat Agung (doa bersama di Gereja)
- Minggu I Paskah : Keluarga (doa/pendalaman)
- Minggu II Paskah: Lingkungan (syukur atas paskah: ibadat)
- Minggu III Paskah : Paroki (Doa syukur)
Selamat menghayati misteri wafat dan kebangkitan Kristus. Sebab kita ikut dalam kematian Yesus dan akhirnya ikut pula dalam kebangkitan Yesus.
Catatan tentang buku ini dan penggunaannya :
- Buku ini disusun untuk memudahkan dan membantu seluruh umat Keuskupan Agung Semarang dalam merenungkan dan menghayati misteri wafat-kebangkitan Kristus atau karya penebusan Kristus dengan tema Keluarga: basis kesejatian hidup beriman. Buku panduan pendalaman tema APP disusun dalam bentu Novena Prapaskah & Paskah, dengan maksud agar keluarga-keluarga dalam kesatuan Gereja KAS dapat mengungkapkan keikutsertaannya dalam wafat dan kebangkitan Kristus.
- Para pemandu lingkungan atau kelompok dipersilakan membaca dengan teliti Gagasan Pokok Tema APP 2007 ini agar dapat memandu dengan baik.
- Bentuk Novena dalam buku panduan ini berbeda dengan bentuk Novena seperti biasanya. Waktunya tidak tetap, tetapi yang ditekankan adalah sembilan kesempatan ditawarkan untuk bisa menghayati masa prapaskah dan paskah.
- Doa Novena dilaksanakan secara bervariasi: bersama seluruh umat di gereja, di lingkungan, dan di keluarga masing-masing sesuai dengan petunjuk pada setiap pertemuan. Teks doa bisa diperbanyak!
- Novena ini dilaksanakan selama masa Prapaskah dan ditambah tiga kali Novena pada minggu I, II, III masa Paskah.
- Kolekte untuk Aksi Puasa Pembangunan hanya sampai dengan Pekan Suci. Sedangkan Novena pada masa Paskah, seandainya ada kolekte, tidak termasuk dana APP yang dikumpulkan.
- Doa Novena Prapaskah-Paskah bisa dijadikan doa setiap hari baik secara pribadi maupun secara bersama di keluarga-keluarga.
Panitia APP KAS 2007
NOVENA KE-1: HARI RABU ABU (21 Februari 2007)
Sub Tema : Keluarga : Dipersatukan oleh Tuhan, Menyerahkan diri kepada Tuhan.
Tujuan : Umat dapat mengawali masa prapaskah sebagai keluarga Allah dalam kesatuan dengan Tuhan.
Bentuk : Berdoa NOVENA PRAPASKA-PASKAH 2007 bersama seluruh umat di gereja/kapel/lingkungan pada saat perayaan ekaristi/ibadat sabda hari Rabu Abu.
Catatan :
Penempatan doa NOVENA PRAPASKAH-PASKAH 2007 bisa pada bagian doa persembahan; atau di bagian lain yang ditentukan oleh Rama/Prodiakon pemimpin ekaristi/ibadat Rabu Abu.
DOA NOVENA PRAPASKAH-PASKAH 2007
Tuhan Allah Bapa Maharahim dan Berbelas kasih
Engkau telah memilih keluarga kudus Nazaret untuk melaksanakan karya penebusanMu bagi kami.
Kami bersyukur atas keteladanan keluarga kudus Nazaret.
Kepadamu kami serahkan hati, jiwa dan hidup keluarga kami, sebab Engkau telah menguduskan keluarga kami dengan berkatMu. Ampunilah segala dosa-dosa kami.
Allah Bapa sumber hidup dan kasih sejati,
Terangilah kami sekeluarga dengan belas kasihMu. Lindungilah dan selamatkanlah keluarga kami dengan kerahimanMu. Semoga dengan kekuatan kasih dan kebangkitanMu, kami sekeluarga mampu mengatasi segala godaan dan pencobaan; sanggup menyelesaikan tugas perutusan kami.
Tuhan Allah Bapa Mahapengasih dan Mahasetia
Kami persembahkan keluarga kami kepadaMu, seperti halnya keluarga kudus di Nazaret. Dengan meneladan keluarga kudus di Nazaret semoga kamipun mampu menjadikan keluarga kami basis kesejatian hidup beriman dan menegakkan KerajaanMu di tengah-tengah gelombang kehidupan duniawi jaman sekarang ini. Dan akhirnya semoga kami menikmati buah-buah paskah abadi.
Demi Kristus Tuhan dan Pengantara Kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Terpujilah Keluarga Kudus, Tuhan Yesus, Bunda Maria dan Bapa Yosef, Sekarang dan selama-lamanya. Amin.
NOVENA KE-2: Minggu I Prapaskah
Sub Tema: Menemukan arti kesejatian hidup beriman
Tujuan: Umat mempunyai pengertian tentang kesejatian hidup sesuai dengan bahasanya
Bentuk dan Proses: Ibadat Sabda di Lingkungan atau kelompok kategorial
Ritus pembuka
1. Nyanyian Pembuka (memilih sendiri)
2. Tanda salib dan salam
3. Pengantar
Disampaikan kepada umat yang hadir beberapa hal :
- Bentuk Novena (yang tidak biasa) ini dipilih untuk memberi dukungan dan kesempatan lebih banyak kepada umat untuk berdoa.
- Mengajak Umat untuk menghayati Prapaskah-Paskah bukan sebagai beban, tetapi dengan penuh syukur dan penuh harap.
- Tujuan Pertemuan pertama ialah supaya umat memahami gagasan pokok tema APP KAS 2007.
4. Pernyataan Tobat
5. Doa Pembuka
Isi Doa antara lain :
- Syukur atas penciptaan diri kita sebagai citra Allah
- Syukur atas keluarga yang dibentuk-diberkati oleh Tuhan
- Mohon agar dapat menghayati masa prapaskah dan mengalami paskah dengan penuh syukur
Liturgi Sabda
6. Bacaan: Kejadian 1: 26-29
7 Nyanyian untuk meresapkan pesan bacaan (misal: PS No. 424)
8. Renungan/pendalaman :
- Manusia diciptakan seturut gambaran Allah dan diberi kuasa atas alam semesta untuk bekerja bersama Allah, tidak untuk bertindak sewenang-wenang atau main kuasa.
- Keluarga merupakan "lembaga" yang diberkati Tuhan dan diberi kepercayaan untuk mengelola kehidupan di dunia.
- (Disampaikan isi Gagasan Pokok Tema Prapaskah KAS 2007 atau mau dibacakan?)
Aneka Doa
09. Lagu (misal: Keluarga Cemara)
10. Doa Novena Prapaskah-Paskah 2007 (Lihat pertemuan I)
11. Doa umat/Aneka doa/Kolekte (doa-doa disiapkan pemandu)
12. Bapa Kami (Bisa dinyanyikan)
13. Doa Penutup (isi pokoknya):
- Syukur atas terselenggaranya doa Novena ke-2
- Mohon berkat untuk bisa menghayati sengsara dan wafat Yesus dengan puasa, doa, dan amal.
- Mohon berkat untuk keluarga-keluarga di lingkungan.
Ritus Penutup
14. Pengumunan: petugas-petugas untuk Novena ke-3, dll
15. Berkat dan Pengutusan
(Pemimpin Ibadat, kalau bukan imam, memohon berkat Tuhan dengan rumus "Semoga Tuhan memberkati kita semua, dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus" dengan membuat tanda salib biasa pada dirinya)
16.Nyanyian Penutup (Misal: PS No. 613 bait 2-3)
NOVENA KE-3: Minggu II Prapaskah
Sub Tema: Menyadari rahmat dan panggilan Keluarga menjadi basis kesejatian hidup beriman
Tujuan: Keluarga-keluarga mempunyai orientasi hidup yang diperjuangkan dengan gembira dan penuh syukur
Bentuk dan Proses: Renungan dan pendalaman di Lingkungan
Ritus pembuka
1. Nyanyian Pembuka
2. Tanda salib dan salam
3. Pengantar :
Disampaikan kepada umat yang hadir beberapa hal :
- Terbentuknya keluarga bukan semata-mata keinginan manusia, tetapi lebih-lebih sebagai rahmat dan panggilan Allah
- Konsekuensi atau sebagai tanggung jawab keluarga adalah menyadari rahmat dan panggilan keluarga dengan menjadikannya basis kesejatian hidup beriman
- Tujuan hidup setiap keluarga hendaknya diperjuangkan dengan penuh syukur dan gembira
1.Pernyataan Tobat (bisa memilih dari rumus yang tersedia pada buku doa yang dipergunakan umat setempat)
2.Doa Pembuka :
Isi Doa antara lain :
- syukur atas iman kepada Kristus yang dianugerakan Allah terhadap keluarga,
- mohon rahmat Tuhan agar perjalanan hidup dan cita-cita keluarga sampai kepada Kristus,
- mohon berkat untuk pelaksanaan novena ke-3
- mohon terang Roh Kudus agar dapat memahami dan melaksanakan Sabda Tuhan
- dll.
Liturgi Sabda
3.Bacaan : Kejadian 6:1-22
4.Nyanyian (misal : Keluarga Cemara)
5.Renungan/pendalaman
-Nuh dipanggil beserta sanak keluarganya; Keluarga Nuh dipanggil menjadi basis kehidupan manusia yang sejati. (18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.")
-Nuh diberi rahmat kehidupan bersama seluruh sanak famili dan segala miliknya. (ay 8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN).
-Rahmat dalam keluarga berupa :
-berkat yang mengesahkan hidup berkeluarga
-identitas keluarga adalah komunitas hidup dan kasih
-keluarga adalah Gereja kecil
-keluarga adalah komunitas yang akrab dengan Allah
-diberi kepercayaan terlibat dalam membangun Gereja dan masyarakat.
-keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan utama
-keluarga adalah tempat pertama bagi pembenihan dan pengembangan panggilan hidup.
-(ay. 9. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah).
-setiap keluarga diberi kekuatan ilahi untuk melakukan yang benar di hadapan Allah [menghayati kehidupan sejati]. (ayat 22, Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.)
Pertanyaan Renungan : (diberi kesempatan untuk sharing)
1.Rahmat apa saja yang telah dialami dalam kehidupan keluarga yang semakin meneguhkan iman dan semakin menyemangati dalam mengikuti Tuhan atau melaksanakan perintah Tuhan?
2.Kira-kira gambaran keluarga yang seperti apa yang disebut dengan keluarga yang hidup sejati atau menghayati iman yang sejati? Mungkinkah itu terjadi pada keluarga kita?
Aneka Doa
3.Lagu (Misal: Keluarga Cemara)
Doa Novena Prapaskah-Paskah (Lihat Pertemuan I)
4.Doa umat/Aneka doa/Kolekte (Disiapkan oleh Pemandu)
5.Bapa Kami (bisa dinyanyikan)
6.Doa Penutup
7.Didoakan rumus doa malam yang bisa diambil dari buku Puji Syukur atau Madah Bakti atau dari sumber yang lain.
Ritus Penutup
8.Pengumunan (Petugas-petugas untuk Novena ke-4)
9.Berkat dan Pengutusan
10.Nyanyian Penutup : Dipilih salah satu nyanyian Maria
NOVENA KE-4 : Minggu III Prpaskah
Sub Tema: Menyadari realita persoalan keluarga
Tujuan: Keluarga-keluarga menemukan prioritas persoalan yang harus diatasi dan menemukan jalan pertobatan
Bentuk dan Proses: Inventarisasi dan Usulan solusi di Lingkungan
Ritus pembuka
1.Nyanyian Pembuka : (Misal : Gereja bagai Bahtera)
2.Tanda salib dan salam
3.Pengantar :
-Diingatkan kembali tema pertemuan dalam novena ke-3; bahwa ada pengalaman-pengalaman baik, pengalaman berahmat dalam hidup keluarga
-Disampaikan maksud pertemuan dalam novena ke-4 ini bahwa setiap keluarga tidak lepas dari persoalan-persoalan mulai dari yang kecil sampai yang besar. Dalam menginventaris persoalan-persoalan keluarga, tidak perlu menunjuk keluarga tertentu atau keluarga sendiri (kecuali rela berbagi pengalaman pribadi), tetapi menyebut saja persoalan-persoalan yang sering didengar, dilihat, dialami.
4.Pernyataan Tobat (bisa variatif, dengan memilih ungkapan-ungkapan tobat yang tersedia pada buku umat)
5.Doa Pembuka
Liturgi Sabda
6.Bacaan : Kejadian 7:1-24
7.Nyanyian : (misal : PS No. 650)
8.Renungan/pendalaman
- Keluarga Nuh menghadapi bencana air bah selama 150 hari, hidup dalam bahtera di atas air, terombang-ambingkan arus air, sempat kehilangan arah mata angin
- Pengalaman Nuh bisa menjadi gambaran kehidupan keluarga-keluarga beriman, kendati dikarunia rahmat namun juga mengalami bahtera kehidupan keluarga yang kadang tidak ringan.
- Permenungan/pendalaman/sharing: Umat yang hadir dipersilakan untuk menginventaris persoalan-persoalan keluarga masa kini atau menyebut begitu saja persoalan keluarga yang dialami atau dilihat/didengar dari orang lain (misal: menjadi korban kemajuan teknologi, dll.) dengan catatan seperti pada bagin pengantar. Selain itu, umat diminta juga memberikan tawaran/alternatif solusi terhadap persoalan yang disebut tadi.
Aneka Doa
9.Lagu (Misal: Keluarga Cemara)
10.Doa Novena Prapaskah-Paskah (Lihat Pertemuan I)
11.Doa umat/Aneka doa/Kolekte (Disiapkan oleh Pemandu atau dari Umat yang sudah ditentukan pada pertemuan sebelumnya)
12.Bapa Kami (Bisa Dinyanyikan)
13.Doa Penutup : Penyerahan Keluarga kepada Bunda Maria
Ritus Penutup
14.Pengumunan (Petugas-petugas untuk Novena ke-5, bentuk ungkapan tobat yang mau dipakai atau dilaksanakan pada Novena ke-5)
15.Berkat dan Pengutusan
16.Nyanyian Penutup : (Dipilih nyanyian yang bertemakan keluarga kudus)
NOVENA KE-5: Hari Minggu IV Prapaskah
Sub Tema: Perayaan tobat dan silih
Tujuan: Keluarga-keluarga mengungkapkan penyesalan dan tobatnya, membangun niat konkret sebagai silih
Proses: Ibadat Tobat Kreatif di Lingkungan
Ritus pembuka
1.Nyanyian Pembuka (Misal : Hanya Debulah Aku)
2.Tanda salib dan salam
3.Pengantar :
-Disampaikan tujuan atau maksud pertemuan pada Novena ke-5 ini, yakni membangun pertobatan dan berdoa silih, untuk memberbaharui semangat hidup kristiani dalam keluarga.
4.Doa Pembuka :
Umat diajak berdoa bersama-sama dari Mazmur 25:1-21
Liturgi Sabda
5.Bacaan : Kejadian 9:1-17
6.Nyanyian (Misal : Kidung SabdaMu)
7.Renungan/pendalaman
- Diingatkan kembali apa yang terjadi pada Nuh beserta keluarganya : dipanggil, diberkati, menghadapi air bah.
- Nuh setia melaksanakan yang benar di hadapan Allah, dan Allah menyatakan kembali perjanjianNya dengan Nuh (pembaharuan perjanjian).
- Umat diajak mengungkapkan tobatnya secara kreatif dengan ungkapan atau wujud yang sesuai dengan keinginnnya (misal: membakar kertas, menyerahkan simbol-simbol dosa, yang disiapkan oleh pemandu sebelumnya termasuk alat-alat yang mau dipergunakan)
Aneka Doa
8.Lagu (Keluarga Cemara)
9.Doa Novena Prapaskah-Paskah (Lihat Pertemuan I)
10.Doa umat/Aneka doa/Kolekte (Disiapkan oleh Pemandu atau dari Umat yang sudah ditentukan pada pertemuan sebelumnya)
11.Bapa Kami
12.Doa Penutup : Diambil dari Rumus Doa Malam dari PS
Ritus Penutup
13.Pengumunan (Pertemuan berikutnya : sesudah paskah pada Minggu ke-3)
14.Berkat dan Pengutusan
15.Nyanyian Penutup
NOVENA KE-6: HARI JUMAT AGUNG
Sub Tema: Kesejatian hidup Kristus adalah taat sampai wafat di Salib
Tujuan: Umat menyadari bahwa ketaatan Yesus pada Bapa sampai wafat di Salib mewujudkan kesejatian hidupNya.
Bentuk: Doa bersama di gereja pada saat ibadat penghormatan salib di hari Jumat Agung.
Pelaksanaan Novena ke-6 diselenggarakan di Gereja, disatukan dengan ibadat penghormatan Salib pada hari Jumat Agung. Doa Novena Prapaskah dan Paskah didoakan setelah upacara Doa Umat Meriah.
Tesks Doa Novena Prapaskah dan Paskah silakan lihat Novena ke-1.
NOVENA KE-7 : Minggu I Paskah
Sub Tema: Keluarga Mengukapkan Syukur (doa/ pendalaman)
Tujuan: Keluarga-keluarga menyadari bahwa sudah layak dan sepantasnya berdoa, mengungkapkan syukur atas rahmat panggilan hidup berkeluarga dan atas karya penebusan Allah di tengah-tengah keluarga; anggota keluarga adalah rahmat dari Allah.
Proses: Doa bersama/sharing di keluarga masing-masing
Ritus pembuka
1.Nyanyian Pembuka
2.Tanda salib dan salam
3.Pernyataan Tobat
4.Doa Pembuka
Liturgi Sabda
5.Bacaan : Yoh 20:19-31
6.Nyanyian
7.Renungan/pendalaman (kalau di dalam keluarga ada kebiasaan berbagi ceritera atau mau mencoba berbagi ceritera di antara anggota keluarga, bagian ini menjadi tawaran) atau pada kesempatan ini di antara anggota keluarga saling mengucapkan selamat paskah dan berdamai satu sama lain.
Aneka Doa dan Penutupan
8.Lagu (fakultatif)
9.Doa Novena Prapaskah-Paskah (Lihat teks Novena ke-1)
10.Doa umat (di antara anggota keluarga saling mendoakan)
11.Bapa Kami (bisa dinyanyikan)
12.Doa Penutup: Doa malam dari Buku yang ada di keluarga. Seandainya tidak ada buku, maka salah satu anggota keluarga memimpin doa penutup untuk mohon berkat Tuhan.
NOVENA KE-8: Minggu II Paskah
Sub Tema: Syukur atas paskah
Tujuan: Lingkungan yang terdiri dari keluarga-keluarga bersyukur atas karya penebusan Kristus
Proses: Ibadat bersama/Sharing di Lingkungan
Ritus pembuka
1.Nyanyian Pembuka (Nyanyian Paskah)
2.Tanda salib dan salam
3.Pengantar: Disampaikan kepada Umat tujuan pertemuan novena ini, yakni untuk bersyukur atas Kebangkitan Kristus. Inti pertemuan ini adalah secara bersama-sama di lingkungan mengucap syukur atas karya agung dan belaskasih Allh.
4.Pernyataan Tobat
5.Doa Pembuka
Liturgi Sabda
6.Bacaan : Yoh 21:1-19
7.Nyanyian
8.Renungan/pendalaman
-Umat diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman iman atau pengalaman diselamatkan oleh Tuhan.
Aneka Doa
9.Lagu
10.Doa Novena Prapaskah-Paskah (Lihat Pertemuan I)
11.Doa umat/Aneka doa/Kolekte (disiapkan oleh pemandu)
12.Bapa Kami
13.Doa Penutup
Ritus Penutup
14.Pengumunan
15.Berkat dan Pengutusan
16.Nyanyian Penutup (Ditentukan sendiri)
NOVENA KE-9: Minggu III Paskah
Sub Tema: Paskah: kekuatan iman keluarga Allah
Tujuan: Umat sekeuskupan agung Semarang menyadari kesatuannya sebagai Gereja setempat yang telah diselamatkan di wlayah masing-masing dan mensyukuri rahmat penebusan.
Bentuk: Doa syukur bersama seluruh umat paroki di Gereja se Keuskupan Agung Semarang. Didoakan setelah doa umat selesai.
DOA NOVENA PRAPASKAH-PASKAH 2007
Tuhan Allah Bapa Maharahim dan Berbelas kasih
Engkau telah memilih keluarga kudus Nazaret untuk melaksanakan karya penebusanMu bagi kami.
Kami bersyukur atas keteladanan keluarga kudus Nazaret.
Kepadamu kami serahkan hati, jiwa dan hidup keluarga kami, sebab Engkau telah menguduskan keluarga kami dengan berkatMu. Ampunilah segala dosa-dosa kami.
Allah Bapa sumber hidup dan kasih sejati,
Terangilah kami sekeluarga dengan belas kasihMu. Lindungilah dan selamatkanlah keluarga kami dengan kerahimanMu. Semoga dengan kekuatan kasih dan kebangkitanMU, kami sekeluarga mampu mengatasi segala godaan dan pencobaan; sanggup menyelesaikan tugas perutusan kami.
Tuhan Allah Bapa Mahapengasih dan Mahasetia
Kami persembahkan keluarga kami kepadaMu, seperti halnya keluarga kudus di Nazaret. Dengan meneladan keluarga kudus di Nazaret semoga kamipun mampu menjadikan keluarga kami basis kesejatian hidup beriman dan menegakkan KerajaanMu di tengah-tengah gelombang kehidupan duniawi jaman sekarang ini. Dan akhirnya semoga kami menikmati buah-buah paskah abadi.
Demi Kristus Tuhan dan Pengantara Kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, seperti........
Terpujilah Keluarga Kudus, Tuhan Yesus, Bunda Maria dan Bapa Yosef, Sekarang dan selama-lamanya. Amin.